Langsung ke konten utama

Praktikum 4 (Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer)

Hallo Kembali lagi 🖐🖐

Kali ini saya akan memprektekkan membuat Jaringan Wireless pada Aplikasi Cisco Packet Tracer. Sebelum masuk ke praktek kita harus tahu apa itu Jaringan Wireless ? Jaringan Wireless merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung antara satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komputer dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya.

Langsung saja masuk ke prakteknya ikuti dengan seksama.
  1. Buat skema seperti di bawah ini.
  2. Setelah itu atur Konfigurasi pada Router. Klik Router > Pilih Konfig > FastEthernet 0/0/0. Jangan lupa On kan Port Statusnya,  kemudian masukan IP Address 192.168.06 dan Subnet Masknya 255.255.255.248. 
  3. Atur juga GigabitEthernet 0/0/1 dengan cara seperti No.2, tetapi masukkan IP 172.17.10.20 dan Subnet Masknya 255.255.0.0.
  4. Setelah Router udah di atur, selanjutnya mengatur IP Address dari Server(Skema 1). Klik Server0 > Pilih Desktop > IP Configuration. Masukkan IP addressnya 192.168.0.1, Subnet Masknya 255.255.255.248, dan Default Gateway 192.168.0.6(IP GigabitEthernet 0/0/0).
  5. Setelahnya kita atur DHCP Servernya, Klik Server0 > Pilih Service > DHCP. Jangan lupa On kan Servicenya. Isikan Default Gatewaynya 192.168.0.6 (IP dari Router), Star IP Addressnya 192.168.0.2, Subnet Masknya 255.255.255.248, untuk Max User itu akan otomatis terisi. Jangan lupa klik Save.
     
  6. Selanjutnya setting IP pada tiap tiap PC. Klik PC0 > Pilih Desktop > IP Configuration > Klik DHCP. IP akan terisi otomatis sesuai yang diberikan oleh Server0. Lakukan cara ini ke PC yang ada di Server0.
  7. Untuk memeriksa apakah tiap PC sudah saling terhubung secara DHCP, coba lakukan ping PC0 ke PC3 sebagai contoh. Apa bila hasilnya Reply maka telah saling terhubung.
  8. Sekarang mengatur IP address Server1(Skema 2). Caranya sama seperti No.4 hanya saja kita menggunakan IP Address 172.17.10.13, Subnet Masknya 255.255.0.0, dan Default Gatewaynya 172.17.10.20(IP GigabitEthernet 0/0/1).
  9. Kemudian mengatur DHCP dari Server1. Caranya sama seperti No.5, tetapi isi Default Gatewaynya 172.17.10.20, Start IP Addressnya 172.17.0.14, Subnet Masknya 255.255.0.0, dan Max Usernya akan otomatis.
  10. Sekarang kita mengkonfigurasi Access Point. Klik salah satu PC(Skema 2), zoom out kan agar terlihat, matikan Access Point dengan klik tombol kecil merah, lepaskan komponen jaringan kabel dan ganti dengan LAN card, Pilih WMP300N dan drag ke slot jaringan kabel yang dilepaskan tadi, dan nyalakan Access Point nya. hasilnya seperti di bawah ini.
  11. Ulangi langkah No.10 ke setiap PC yang ada di Skema 2.
  12. Untuk memastikan tiap PC pada Skema 2 sudah saling terhubung. Coba Ping PC5 ke PC7, jika hasilnya Reply maka PC Skema 2 sudah saling terhubung.
  13. Sekarang kita melakukan pengecekan Skema 1 dan Skema 2 apakah sudah saling terhubung atau belum, dengan cara test Ping dari PC Skema 1 ke PC Skema 2. Coba ping PC0 ke PC7, jika hasilnya Reply maka Skema 1 dan Skema 2 sudah saling terhubung.
  14. Akan terjadi RTO sekali tetapi setelahnya di Reply. Jadi Skema 1 dan Skema 2 sudah tidak saling terhubung dan bisa saling bertukar data dan dll.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktikum 3 (Jaringan Client-Server dan Jaringan Router pada Cisco Packet Tracer)

Hallo Kembali lagi 🖐 Pada kali ini saya akan membahas mengenai cara pembuatan DHCP Server pada Cisco Packet Tracer. Sebelum masuk ke pembuatannya kita harus tau apa itu DHCP Server ? DHCP Server adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Itu tadi pengenalan sedikit tentang DHCP Server sekarang lanjut ke prakteknya. Buka Cisco Packet Tracer, lalu buat susunan seperti di bawah ini. Hubungkan Switch 0 ke GigabitEthernet 0/0/0 dan Switch 1 ke GigabitEthernet 0/0/1 untuk terhubung ke Routernya. Setelah itu berikan IP untuk Routernya, klik routernya dan pilih config, atur IP untuk GigabitEthernet/0/0/0 dengan IP 192.168.0.6 dan jangan lupa ON kan Port Statusnya. Berikan juga IP untuk GigabitEthernet 0/0/1 dengan IP 192.168.1.6 dan ON kan juga Port Statusnya. Kem...

Praktikum 5 (Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer)

Pada kesempatan kali ini saya akan mempraktekkan Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN  pada Cisco Packet Tracer. yak langkah-langkahnya sebagai berikut. A. Setting WebServer 1.       Pertama buat skema seperti dibawah ini. 2.       Setting IP Server 192.168.0.1 dan SubnetMask 255.255.255.0 dan atur IP PC 192.168.0.2. seperti di bawah ini. IP Address dan SubnetMask Server IP Address PC 3.      Setelah itu Klik Server > Services > HTTP. Pastikan HTTP dan HTTPS dalam keadaan ON. Selanjutnya klik edit pada index.html. 4.      Selanjutnya Klik PC > Desktop > Web Browser. Setelah masuk ke Web Browser ketikkan URL sesuai IP yang ingin di cek Web Browsernya lalu Klik Go. 5.      Gambar diatas adalah hasil dari URL yang ada di Server. B.     Simulasi VLAN 1.      Buat Topologi seperti d...